Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Mei 2014
INI BAHAYA KAWIN DI USIA MUDA
MERDEKA.COM. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan
Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Pusat, Sudibyo Alimoeso mengatakan,
perkawinan usia muda di Indonesia cukup tinggi. Hal ini memicu terjadinya kasus
KDRT dan banyak berakhir dengan perceraian.
"Paling banyak kasus kawin muda terjadi di
Kaltim, Banten, Jabar dan di Sumatera yakni Bangka Belitung dengan usia
perkawinan 19-20 tahun begitu pula di NTT," kata dia dalam kuliah umum
bagi 500-an remaja Riau, di Pekanbaru, Senin (19/5).
Menurut dia, mirisnya di NTT bahkan ada tradisi
seorang remaja perempuan dibawa lari oleh remaja laki-laki dan kemudian baru
dinikahinya.
Selain itu nikah dini tentu rawan terjadi perceraian
karena laki-laki belum punya pekerjaan hingga tidak bisa menafkahi keluarganya
sehingga ini berbahaya untuk berumah tangga.
"Kasus ini juga antara lain dipicu oleh UU
Perkawinan yang menetapkan usia perkawinan resminya adalah 18 tahun, namun
kenyataannya justru banyak yang menikah dalam usia 16 tahun," katanya.
Perkawinan dalam usia muda cenderung kondisi sosial
ekonomi mereka belum mantap di samping itu organ produksi perempuan juga belum
siap untuk melahirkan. Sehingga berdampak pula terhadap tingginya angka
kematian ibu hamil dan melahirkan.
Sementara itu untuk menekan kasus perkawinan usia
dini ini orang tua harus menjadi panutan bagi mereka dan Pusat Informasi dan
Konseling Remaja harus mampu menjadi konselor dan berkomunikasi dengan remaja.
sumber : https://id.berita.yahoo.com/foto/ini-bahaya-kawin-di-usia-muda-photo-190100983.html
Sabtu, 10 Mei 2014
NARKOBA
A.
Pengertian Narkoba
Narkoba adalah
singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba",
istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun
"napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko
kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah
senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat
hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun
sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif
pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan
perilaku.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah,
semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau
kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat.
B.
Jenis-Jenis Narkoba Dan
Efek Sampingnya
1.
Heroin
Adalah candu yang langsung diekstrak dari opium poppy.
Fungsi sebenarnya adalah untuk menyembuhkan orang yang ketergantungan pada
morfin. Setelah diinjeksi langsung ke dalam darah,heroin akan berubah menjadi morfin dan langsung tersebar ke
seluruh tubuh memalui peredaran darah. seperti endorfin lainnya heroin yang
menjadi morfin menyebabkan efek euforia, kesenangan dan bahkan
disebut sebagai rasa “orgasme”.
2.
Kokain
Adalah kristal tropane alkaloid yang didapat dari daun
tumbuhan coca. Efeknya adalah stimultan yang menekan sistem saraf utama
menimbulkan sensasi yang disebut euphoric sense dan kegembiraan juga dipercaya
meningkatkan energi efek-efek inilah yang menyebabkan zat ini cukup populer dan
banyak digunakan.
Kokain adalah zat yang ampuh untuk mempengaruhi sistem
saraf, efeknya bisa terasa dari 20 menit sampai berjam-jam, tergantung dosis
dan cara penggunaannya. Tanda awal ketika mulai menggunakan adalah hiperaktif, tidak tenang, tekanan darah meningkat, denyut nadi
meningkat, dan euforia.
Euforia kadang diikuti dengan rasa tidak nyaman dan depresi
dan ketagihan untuk menggunakan lagi. Gairah seksual bisa meningkat ketika
menggunakan obat ini, namun penggunaan dalam jangka panjang akan mengakibatkan
paranoia, impotensi dan hal buruk lainnya.
3.
Methamphetamine
Dikenal sebagai “meth” atau “ice”, adalah obat
psychostimulant dan sympathomimetic. Methamphetamine memasuki otak dan memicu
pelepasan zat norepinephrine, dopamine dan serotonin. Karena zat ini
men-stimulasi mesolimbic yang menyebabkan euforia dan kegembiraan, sehingga
tidak heran zat ini menyebabkan banyak penyalahgunaan dan ketergantungan
hebat.
Pengguna bisa terobsesi pada beberapa kegiatan sederhana
yang diulang-ulang, seperti mencuci tangan berulang-ulang memasang dan
membongkar kembali benda2 secara berulang dan sebagainya. Penghentian pemakaian
akan menyebabkan beberapa efek seperti depresi, sulit tidur, gelisah, sulit
makan dan sebagainya.
4.
Crack
cocaine
Sering disebut sebagai “crack”, dipercaya mulai dibuat dan
dipopulerkan sejak awal 80an. Karena efek bahaya dari eter yang digunakan untuk
memproduksi kokain murni produsen mencoba untuk menghilangkannya dari campuran
ammonia.
Biasanya proses filtrasi juga menentukan. Baking soda saat
ini lebih banyak digunakan sebagai basis daripada amonia dengan alasan aroma
yang tidak menyengat dan lebih rendah kadar racunnya.
5.
LSD
Diethylamide asam lisergat, LSD, LSD-25, atau acid, adalah
obat psychedelic semisintetik dari keluarga tryptamine. Bisa dibilang yang
paling hebat dari semua psychedelics digunakan terutama sebagai entheogen dan
untuk melengkapi berbagai jenis latihan untuk transendensi termasuk dalam meditasi.
Efek psikologis LSD itu (bahasa sehari-hari disebut “trip”)
sangat bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada faktor-faktor seperti
pengalaman sebelumnya, keadaan pikiran dan lingkungan serta kekuatan dosis.
Pemakaian LSD dapat memiliki efek jangka panjang psychoemotional beberapa pengguna
mengutip pengalaman LSD sebagai yang menyebabkan perubahan signifikan dalam kepribadian
dan perspektif hidup.
6.
Ekstasi
(MDMA)
Adalah entactogen psychedelic semisintetik dari keluarga
phenethylamine yang efeknya jauh lebih ringan dari kebanyakan narkotik lainnya
yang memproduksi psychedelics. Ekstasi digunakan sebagai sampingan dan sering
digunakan dengan seks dan berhubungan dengan obat-obatan klub sebagai entheogen
selain itu digunakan untuk melengkapi berbagai jenis praktek untuk transendensi
termasuk dalam meditasi, psychonautics, dan psikoterapi psikedelik.
Dampak utama dari MDMA termasuk peningkatan kesadaran indra,
perasaan keterbukaan, euforia, empati, cinta, kebahagiaan, rasa kejernihan
mental dan penghargaan peningkatan musik dan gerakan. Sensasi taktil yang
dirasakan beberapa pengguna, membuat kontak fisik dengan orang lain lebih
menyenangkan.
7.
Opium
Merupakan resin narkotika yang terbentuk dari lateks yang
dikeluarkan oleh polong biji muda dari bunga opium (Papaver somniferum). Bunga
ini berisi sampai 16% morfin, suatu alkaloid opiat, yang paling sering diproses
secara kimia untuk menghasilkan heroin untuk perdagangan obat ilegal.
Opium secara bertahap telah digantikan oleh berbagai
semi-sintetik, dan opioid sintetik dengan efek yang semakin kuat, dan dengan
anestesi umum lainnya. Proses ini dimulai pada 1817, ketika Friedrich Wilhelm
Adam Sertürner melakukan isolasi morfin murni dari candu setelah setidaknya
tiga belas tahun penelitian dan percobaan yang hampir menjadi bencana pada
dirinya sendiri dan tiga anak laki-lakinya.
8.
Ganja
Atau dikenal sebagai Marijuana dalam bentuk herbal, adalah
produk psikoaktif dari Tumbuhan Cannabis sativa. Manusia telah mengkonsumsi
ganja sejak prasejarah, meskipun di abad ke-20 terjadi peningkatan dalam
penggunaannya untuk tujuan rekreasi, agama atau spiritual, dan juga obat.
Diperkirakan bahwa sekitar empat persen dari populasi orang
dewasa di dunia menggunakan ganja setiap tahunnya. Ganja memiliki efek
psikoaktif dan fisiologis bila dikonsumsi, biasanya dengan merokok atau
konsumsi langsung. Jumlah minimum THC diperlukan untuk memiliki efek psikoaktif
adalah sekitar 10 mikrogram per kilogram berat badan.
Keadaan mabuk akibat konsumsi ganja adalah bahasa
sehari-hari dikenal sebagai “high”, yang merupakan kondisi di mana mental dan
fisik terasa berubah karena konsumsi ganja. Setiap pengguna memiliki pengalaman
yang berbeda dipengaruhi beberapa faktor seperti potensi, dosis, komposisi
kimia, metode konsumsi dan sebagainya.
9.
Psilocybin
mushrooms
Atau disebut jamur psilocybian, adalah jamur yang mengandung
zat psikedelik yaitu psilocybin dan psilocin, dan kadang-kadang tryptamines
psikoaktif lainnya. Ada beberapa istilah sehari-hari untuk jamur psilocybin
yang paling umum disebut magic mushrooms or shrooms.
Ketika psilocybin telah tertelan zat itu dipecah untuk
menghasilkan psilocin, yang bertanggung jawab atas efek halusinogen. Efek
memabukkan psilocybin yang mengandung jamur biasanya berlangsung antara 3 sampai
7 jam tergantung pada dosis.
10.
PCP
(Phencyclidine)
PCP (phencyclidine) adalah obat disosiasi yang sebenarnya
digunakan untuk anestesi, menghasilkan efek halusinogen dan neurotoksik. Obat
ini umumnya dikenal dengan nama Angel Dust, dan juga dikenal sebagai Wet,
Sherm, Sherman Hemsley, Rocket Fuel, Ashy Larry, Shermans Tank, Wack, Halk
Hogan, Ozone, HannaH, Hog, Manitoba Shlimbo, dan Embalming Fluid, dan beberapa
nama lain.
Meskipun efek psikoaktif obat ini hanya bertahan beberapa
jam saja, total eliminasi dari tubuh bisa lebih panjang, biasanya sampai selama
minggu. PCP dikonsumsi sebagai sampingan oleh pengguna narkoba terutama di
Amerika Serikat di mana permintaan obat dipenuhi oleh produsen ilegal.
Obat ini diproduksi dalam bentuk bubuk dan bentuk cair (PCP
terlarut paling sering pada eter), tetapi biasanya itu disemprotkan ke bahan
berdaun seperti ganja, mint, oregano, peterseli atau Jahe Daun, dan rokok.
PCP memiliki efek kuat pada sistem saraf mengubah fungsi
persepsi (halusinasi, delusi, pemikiran delirium atau bingung), fungsi motorik
(kiprah goyah, kehilangan koordinasi, dan gerakan mata terganggu atau
nistagmus) dan regulasi sistem saraf otonom (detak jantung yang cepat,
pengaturan suhu yang berubah). Obat ini telah dikenal untuk mengubah mood
dengan cara yang tak terduga.
Jumat, 02 Mei 2014
KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN ( KTD )
Apa langkah yang dilakukan bila
terianjur terjadi KTD ?
Remaja yang terlanjur mengalami KTD,
dapat diselesaikan dengan beberapa cara.
1.
Menikah
Setelah remaja
menikah dalam kondisi muda usia ada 2 kemungkinan.
a.
Upaya
meneruskan kehamilan.
Remaja akan menjadi pasangan orang tua yang masih muda, dengan
segala resiko :
- Ekonomi, secara ekonomis pasangan muda rata-rata belum mapan, belum
mampu membiayai kebutuhan hiclup.
- Psikis / emosional, rasa malu terhadap lingkungan, rasa tertekan,
takut dan rasa bersalah akan menjadikan pasangan itu stres.
- Sosial, hubungan dengan lingkungan terganggu kerena digunjing oleh
masyarakat.
Kesemuanya itu berdampak terhadap kondisi bayi menjadi berat badan
rendah dan kurang sehat.
b.
Upaya
menghentikan kehamilan
- Cara Medis / tindakan medis, akibatnya terhadap perempuan / ibu
kemungkinan terjadi kemandulan, rasa bersalah, beban mental dan depresi. Akibat
terhadap anak bisa terjadi kecacatan fisik dan mental bila gagal.
- Cara non medis, akan membawa akibat bagi perempuan bisa terjadi
infeksi rahim, pendarahan, kemandulan clan kematian. Sedang terhadap anak dapat
cacat fisik dan mental.
2.
Tidak
menikah
Jika tidak
menikah, kehamilan diteruskan, kemungkinan akan terjadi :
a. Bayi yang dilahirkan akan dibuang disembarang tempat, Karena malu
dengan lingkungan. Hal ini merupakan tindakan kriminal dan akan menerima sanksi
hukum.
b. Adopsi, anak yang dilahirkan di adopsi oleh orang lain, melalui
proses hukum.
c.
Single
Parent, orang tua akan merawat anaknya sendirian, anak akan kehilangan figur
dan kasih sayang dari ayah atau ibu dan juga tidak siap secara ekonomi.
Pesan bijak untuk remaja
•
Tidak
melakukan hubungan seksual sebelum menikah walaupun hanya sekali dan pertama
kali.
•
Pengendalian
dorongan seksual dengan kegiatan-kegitan positif.
•
Kalau
terpaksa terjadi kehamilan, bicarakan hal ini dengan orang tua.
•
Melakukan
pernikahan jika telah memenuhi persyaratan, baik fisik, mental maupun ekonomi.
Kasus KTD pada remaja
Kehamilan yang tidak diinginkan pada
remaja pada umumnya terjadi karena :
•
Ketidaktahuan
atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan
kehamilan.
•
Akibat
pemerkosaan, diantaranya pemerkosaan oleh teman dekat / pacarnya.
Sebagian remaja
mengakui secara langsung pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Laki-laki
5%, perempuan < 1 % (SKKRI 2002-2003) 39% atau 4 dari 10 remaja lakilaki
usia 15-24 tahun menyatakan bahwa pertama kali mereka melakukan hubungan seks disebabkan
sating menyukai pasangan seksnya sementara 33 atau 3 dari 10 menyatakan mereka
ingin tahu/coba-coba.(SKKRI, 2002-2003).
Mengapa terjadi hubungan seksual pada
remaja ?
Karena
janji-janji tidak akan terjadi kehamilan, dan dengan menyerahkan keperawanan
berarti cinta mereka tutus dan suci. Apabila terjadi kehamilan pacar mereka
akan bertanggung jawab. Karena awalnya hanya coba-coba, tetapi selanjutnya
menjadi ketagihan.
Apa pengertian yang salah pada
remaja mengenai pembuktian cinta?
Bukti cinta
dimasa pacaran adalah dengan memberikan segala-galanya termasuk keperawanan
mereka. Mereka percaya bahwa hubungan seksual membuat hubungan pacaran menjadi
lebih intim. Pendapat tersebut sangatlah keliru dan disayangkan karena rasa
cinta pada pacar tidak perlu dibuktikan dengan melakukan hubungan seksual.
Bagaimana sikap kita agar terhindar
dari sesuatu yang tidak diinginkan ketika pacaran ?
Agar terhindar
dari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya selama berpacaran hindari kontak
bagian tubuh yang cukup sensitif (daerah erogen) seperti : bibir, payudara,
pinggang, bagian dalam paha dan sekitar kelamin. Saling mengingatkan dan
dibicarakan bersama pasangan. Apabila permintaan pacar dituruti, kita
bertentangan dengan ajaran agama dan nilai yang dianut dan membuat merasa tidak
nyaman, kita harus berani menolaknya.
Rabu, 30 April 2014
NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) Bag-2
![]() |
| Macam-macam NAPZA |
Kategori NAPZA
1.
Berdasarkan
Bahan
- Natural
Diambil dari tanaman, seperti: ganja, candu, kokaina,
jamur, kaktus, tembakau, kopi, pinang, dan sirih
- Sintetis
Dibuat dari bahan kimia farmasi atau dicampur
dengan bahan alamiah, seperti: amphetamin, kodein, dan lem.
2.
Berdasarkan
Efek Kerja
- Merangsang
Sistem Syaraf Pusat
Yaitu jenis NAPZA yang mampu memacu kerja jantung,
memompa paru-paru dengan lebih giat dan mengaktifkan berbagai hormon transmitter
di dalam otak sehingga menyebabkan rasa segar dan bersemangat.
- Menekan
Sistem Syaraf Pusat
Yaitu jenis NAPZA yang mampu memperlambat
jantung dan denyut nadi, memperlambat kerja paru-paru dan mengurangi
transmitter pada otak sehingga menyebabkan
rasa mengantuk atau rasa tenang
- Mengacaukan
Sistem Syaraf Pusat (Halusinasi)
Yaitu jenis NAPZA yang mampu mempengaruhi kerja
susunan saraf pusat, otak dan tulang belakang, sehingga mampu menyebabkan
halusinasi, melihat dan merasakan realitas palsu.
3.
Berdasarkan
Cara Penggunaan
- Dimasukan
dalam mulut/diminum (Oral)
- Disuntikan
ke dalam tubuh (Injeksi)
- Diletakan
di dalam luka (biasanya luka sayatan yang sengaja dibuat)
- Dihisap
(sniffed) / dihirup (inhaled)
- Dimasukan
melalui anus (Insersi anal)
4.
Berdasarkan
Bentuk
- Cairan
- Pasta
- Pil/kapsul
- Kristal/blok
- Bubuk
- Gas
- Lapisan
kertas (impregnated paper)
Mengenal Beberapa Jenis Napza:
1. Ganja
/ Mariyuana
Ganja atau Cannabis sativa, adalah tanaman sejenis rumput
yang antara lain mengandung zat kimia 9 tetrahidrocannabinol (delta - 9 - THC) atau lebih sering dikena l
sebagai THC yaitu zat psikoaktif yang mempengaruhi perasaan dan penglihatan
serta penden garan. Saat pertama kali orang mengisap ganja, reaksi juga akan berbeda-beda
tergantung kekuatan THC serta dosis yang dipakai. Ada yang tidak merasakan reaksi
apa-apa, tetapi ada pula yang mendapatkan perasaan aneh atau takut.
Ganja menimbulkan ketergantungan mental yang diikuti oleh
kecanduan fisik dalam jangka waktu yang lama. Bila seseorang terus-menerus mengisap
ganja, maka lama-kelamaan timbul kerusakan seperti bronchitis, sinusitis, emphysema,
dan pharingitis. Efek-efek yang ditimbulkan adalah antara lain hilangnya konsentrasi,
peningkatan denyut jantung, kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh, rasa
gelisah dan panik depresi, kebingungan atau halusinasi. Gejala psikologis:
hilang semangat, menurunnya prestasi sekolah dan prestasi olahraga, cepat
berubahnya suasana hati, sulit berkonsentrasi, hilang ingatan jangka pendek.
Ganja atau cannabis juga dikenal dengan istilah : Marijuana, gele, cimeng,
hash, kangkung, oyen, ikat, bang, labang, rumput atau grass, dan lain-lain.
2. Heroin
/ Putaw
Heroin diambil
dari morfin melalui suatu proses kimiawi. Heroin tidak dipakai di dunia
kedokteran karena menimbulkan efek ketergantungan yang sangat berat, dan
kekuatannya jauh lebih besar daripada morfin. Jumlah yang sedikit saja sudah menimbulkan efek.
Heroin biasa berbentuk bubuk berwarna agak kecoklatan. Turunan heroin yang
sekarang banyak dipakai adalah Putaw yang mengakibatkan ketergantungan sangat
berat bagi pemakainya. Heroin biasanya digunakan dengan cara menyuntik melalui pembuluh
darah (berbeda dengan morfin) karena
efeknya jauh lebih cepat terasa dan lebih lama tertahan. Ada pula yang
menggunakannya dengan cara menghirup lewat hidung. Seperti morfin, heroin dapat
mengurangi rasa sakit, mengurangi kecemasan , menenangkan dan memberikan rasa
aman. Seperti obat lainnya, heroin menimbulkan toleransi, ketergantungan fisik
dan ketergantungan psikologis.
Heroin / Putauw adalah obat yang sangat keras dengan zat
adiktif yang tinggi berbentuk serbuk, tepung, atau cairan. Heroin “menjerat” pemakainya
dengan cepat, baik secara fisik maupun mental, sehingga usaha mengurangi pemakaiannya
menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang luar biasa
Gejala-gejala yang muncul dalam usaha berhenti memakai
heroin berupa rasa sakit disertai kejang-kejang, kram di
perut disertai rasa seperti akan pingsan, menggigil dan muntah-muntah,
keluar ingus, mata berair, tidak ada nafsu makan, dan kehilangan cairan tubuh Salah
satu jenis heroin yang popular adalah “putauw”
yaitu heroin dengan kadar lebih rendah (heroin kelas lima atau enam)
yang berwarna putih. Jenis he roin ini dikenal dengan berbagai nama : putauw ,
putih, bedak, PT, white, etep, dan
lain-lain
3. Kokain
/ Crack
Kokain adalah zat perangsang berupa bubuk kristal putih
yang disuling dari daun coca (Erythroxylon coca) yang tumbuh di pegunungan Amerika
Tengah dan Selatan. Seperti juga amphetamin, kokaina merupakan stimulan/merangsang
sistem saraf pusat sehingga pengguna merasa enak dan bergelora.
Karena efek yang timbul relatif singkat, dan setelah
perasaan bergelora hilang, orang akan menggunakannya lagi untuk menghilangkan
rasa tidak enak. Penggunaan secara kronis dapat menimbulkan gangguan
pencernaan, mual, hilangnya nafsu makan, berkurangnya berat badan, sulit tidur,
dan waham atau halusinasi ringan. Bila kokain dise dot lewat hidung, juga timbul
kerusakan pada tulang hidung. Kokain adalah obat yang sangat berbahaya dan menimbulkan
ketergantungan psikologis yang besar.
4. MDMA
/ Ecstasy
MDMA (Methylene
Dioxy Meth Amphetamine) yang terkenal dengan sebutan Ecstasy sangat popular di
kalangan anak muda. Sayangnya, mitos sudah berkembang bahwa obat ini aman, padahal
tidaklah demikian kenyataannya. Penelitian di Amerika menemukan bahwa obat ini sangat
berbahaya karena merusak sistem kerja otak dan jantung. MDMA, adalah zat
turunan amphetamine yang memiliki sifat merangsang SSP (stimulant) maupun
mengupah persepsi (hallucinogen). Obat in i berbentuk tablet dan digunakan
melalui cara ditelan. Berbagai tablet yang disebut Ecstasy seringkali tidak
hanya mengandung zat MDMA, tetapi campuran dari berbagai zat lain seperti methamphetamine,caffeine,
dextromethorphan, ephedrine, and cocaine. Dampak penyalahgunaan MDMA sangat berat.
MDMA bekerja di otak. Serupa dengan amphetamines lainnya, MDMA meningkatkan aktifitas
di otak yang justru menghambat fungsi—fungsi otak yang seharusnya. Penelitian membuktikan bahwa MDMA
juga berdampak sangat buruk terhadap system kerja jantung (cardiovascular
sistim) dan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Karena penggunaan MDMA
seringkali dihubungkan dengan kegiatan fisik yang tinggi dan lama (dansa
misalnya), maka dampaknya paling besar terhadap sistem kerja jantung. Akibat
jangka panjang penyalahgunaan MDMA adalah kerusakan otak, gangguan jiwa
(psychiatric) seperti : gelisah, paranoid, tidak bisa tidur, dan gangguan daya ingat.
5. Methamphetamin
/ Shabu-Shabu
Methamphetamine
adalah stimulan yang sangat kuat mempengaruhi sistem syaraf pusat. Obat
ini dikelompokkan sebagai ps ycho-stimulan seperti amphetamin dan kokain yang
sering disalahgunakan. Obat ini di buat dari berbagai zat sint etis dalam
bentuk serbuk putih, bening dan tak berbau yang dihirup dan disuntikan. Karena bentuknya
yang bening maka ia disebut Ice atau kristal. Methamphetamin merupakan turunan amphetamin
dan karenanya dalam hal kandungan zat dan efek terhadap pengguna hampir sama
yaitu menyebabkan aktivitas tinggi dan mengurangi nafsu makan. Penyalahgunaannya
dilaku kan karena obat ini merangsang kegairahan dan kegembiraan (euphoria).
Penyalahgunaan methamphetamin dapat mengakibatkan
ketergantungan yang selanjutnya menyebabkan berbagai gangguan pada jantung, stroke,
tingginya suhu ba dan, dan juga kematian pada kasus over-dosis.
Shabu-shabu (salah satu jenis Methamphetamine) berbentuk
kristal, tidak berbau dan tidak berwarna. Karena itu diberi nama “Ïce” . Ice
adalah julukan untuk methamphetamine. Ice memiliki efek yang sangat kuat pada
jaringan syaraf. Pengguna ice akan menjadi tergantung secara mental pada obat
ini. Pemakaian yang lama dapat menyebabkan peradangan pada otot hati, bahkan
kematian.
Efek yang ditimbulkan
pada pengguna Ice : penurunan berat badan, impotensi, sawan yang parah, halusinasi,
kerusakan hati dan ginjal, kerusakan jantung, stroke, bahkan kematian. Ice dikenal
dengan istilah : shabu-shabu, kristal, ubas, ss. Mecin, dan lain-lain.
6. Amphetamin
Amphetamin, adalah zat sintetik yang menyerupai kokain,
berbentuk pil, kapsul atau tepung. Amphetamin adalah zat perangsang yang
digunakan untuk mengubah suasana hati, meningkatkan semangat, mengurangi
kelelahan dan rasa ngantuk, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengurangi
berat badan. Tetapi karena dosis pemakaian akan terus bertambah, maka obat ini
tidak dipakai lagi dalam program diet.
Bagi orang yang menyalahgunakan obat ini, efeknya adalah
memperoleh energi serta semangat tinggi serta pada saat sedang intoksikasi.
Jenis-jenis amphetamin antara lain: Dexedrine, Laroxyl, Reactivan. Amphetamin meningkatkan
detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan, serta mengurangi nafsu makan. Si pemakai
dapat berkeringat, mulutnya kering, mengantuk, dan cemas. Dosis tinggi menyebabkan
seseorang merinding, pucat, gemetar, kehilangan koordinasi, dan pingsan. Suntikan
amphetamin dapat menyebabkan naiknya tekanan darah secara mendadak sehingga
mengakibatkan stroke, demam tinggi, atau jantung lemah. Banyak orang merasa tergantung
kepada amphetamin secara psikologis, sedangkan ketergantungan fisik tidak terlampau
hebat.
7. LSD
LSD (Lysergie Diethylamide Acid) yaitu obat yang sifatnya tidak
berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. LSD dijual dalam bentuk pil, kapsul, atau
cairan, dan digunakan dengan cara dimakan/diminum maupun disuntikkan. Gejala intoksikasi
yang timbul antara lain: perubahan panca indera, pupil melebar, denyut jantung cepat,
berkeringat, berdebar, pandangan kabur, gemetar, gangguan koordinasi motorik, kecemasan,
serta gangguan daya penilaian realita. LSD seperti juga halusinogen lainnya tidak
menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi psikologis.
8. Sedativa
Sedativa atau sedatif-hipnotik merupakan zat yang dapat
mengurangi fungsi sistem syaraf pusat.
Sedativa dapat menimbulkan rasa santai dan menyebabkan ngantuk (sering disebut obat tidur). Biasanya sedativa digunakan untuk mengurangi
stress atau sulit tidur. Karena toleransi
dan ketergantungan fisik, maka gejala putus obat bias jauh lebi h hebat
daripada putus obat dengan opiat. Zatzat ini juga mudah membuat ketergantungan
psikologis. Secara farmokologi sedativa
dapat dibedakan antara barbiturat dan bukan barbiturat. Barbiturat adalah jenis
obat sintetik yang digunakan untuk membuat orang tidur, mengurangi rasa cemas, dan
mengontrol kekejangan, mengurangi tekanan darah tinggi. Beberapa jenis
barbiturat yang sering disalahgunakan adalah: Dumolid, Rohypnol, Magadon,
Sedatin, Veronal, Luminal. Nonnarbiturat, contohnya Methaqualone yang berbentuk
pil putih (misalnya Mandrax/MX). Sedativa bias mengakibatkan koma bahkan kematian
bila dipakai melebihi takaran.
Langganan:
Postingan (Atom)














